Oknum PNS kota Palembang “Alfd ” Dugaan Melakukan Pelecehan dan Pemberian Uang Terkait Pengurusan SK Mutasi
KilasNkri.com. Palembang,-Dugaan Pelecehan dan Pemberian Uang Terkait Pengurusan SK Mutasi yang di lakukan oleh oknum Alfd Dia bertugas di bagian mutasi dan menjabat sebagai kepala tim (katim) kota Palembang. Jumat (30/10/2026)
Yl selaku korban pelecehan mengatakan, Pada bulan Maret, saya dua kali datang untuk mengantarkan berkas pengurusan mutasi ke instansi pendidikan. Namun, SK mutasi saya baru saya terima pada bulan Juni. Sementara itu, teman saya yang mengurus mutasi juga sudah mendapatkan SK pada bulan April, sedangkan SK saya belum keluar.
Kemudian, sekitar bulan September, saya kembali datang untuk menanyakan perkembangan SK mutasi tersebut. Pada saat itu, terjadi peristiwa yang membuat saya merasa tidak nyaman. Ketika saya hendak pulang, dia secara spontan mencium bibir saya. Saya terkejut karena tidak menyangka hal itu akan terjadi.
Setelah itu, tangannya juga mengarah ke bagian tubuh saya. Saya kemudian diminta untuk pulang. Saya tidak memiliki bukti berupa rekaman CCTV atau foto terkait kejadian tersebut. Namun, saya sendiri yang mengalami dan merasakan kejadian itu.
” Sebelumnya, dia juga pernah berjanji bahwa SK mutasi saya akan turun pada tanggal 2 Oktober 2016. Namun, sebelum SK tersebut diberikan, dia mengajak saya pergi ke hotel yang menurut keterangannya berada di sekitar kawasan KM 16, di depan Matahari. Saya tidak mengetahui secara pasti nama hotel yang dimaksud,” tandasnya.
Seharusnya seorang pegawai negeri tidak sepantasnya melakukan hal yang tidak senonoh, karena ini menyangkut nama baik instansi dan tempat dia bekerja Selaku kepegawaian.
Hal yang dugaan terjadi ini jangan terulang lagi di lembaga manapun karena ini menyangkut Marwah atau nama baik pegawai negeri itu tersendiri selaku pelayan negara. Seharusnya menjadi contoh untuk publik atau masyarakat.
Pepatah mengatakan” Tidak mungkin ada asap ada api” ucapnya.
YL, telah membuat laporan ke Bapak Walikota dan Kabag Protokol tetapi saat ini belum ada tindakan.
Sementara di tempat yang berbeda, Alfd pelaku pelecehan sekaligus pegawai negeri sipil di instansi mutasi kota Palembang menambakan, saya tidak pernah melakukan pelecehan terhadap YL yang di tuduhkan kepada dirinya.
Saat di tanya kenapa ” Alfd mengirim uang sebesar Rp 20 juta itu karena saya tertekan dan panik karena saya di tuduh melakukan pelecehan tersebut,” pungkasnya.( HS/ch)

